Amal Salih

Sky Photos and Wallpapers 06

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Berikut ini adalah sebagian hadits-hadits yang menunjukkan beberapa keutamaan amalan dan faidah-faidah ilmu yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga dengan membacanya bisa menambah semangat kita dalam beramal salih.

Membaca ‘Bismillah’ Sebelum Wudhu

[1] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu. Dan tidak sempurna wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah ta’ala padanya.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 73)

Keutamaan Bersiwak/Gosok Gigi Sebelum Wudhu

[2] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya bukan karena khawatir memberatkan umatku niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak berwudhu.” (HR. Bukhari dan Ahmad, sanadnya disahihkan oleh Syu’aib al-Arna’uth. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 73)

Keutamaan Berwudhu Dengan Baik

[3] Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berwudhu dengan baik niscaya akan keluar dosa-dosanya dari dalam tubuhnya, sampai-sampai ia akan keluar dari balik kuku-kukunya.” (HR. Muslim dan Ahmad, sanadnya disahihkan Syu’aib al-Arna’uth. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 73)

Keutamaan Berjalan Kaki Menuju Masjid

[4] Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada kondisi yang tidak menyenangkan, berjalan kaki menuju masjid, dan menunggu datangnya sholat setelah selesai sholat, itu akan bisa mencuci dosa-dosa.” (HR. al-Hakim dalam Mustadrak, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 75)

Keutamaan Berwudhu Setiap Kali Hendak Sholat

[5] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalaulah bukan karena khawatir memberatkan umatku niscaya aku akan memerintahkan berwudhu setiap kalian hendak sholat. Dan setiap kali berwudhu disertai dengan bersiwak terlebih dulu.” (HR. Nasa’i dalam al-Kubra, dinyatakan hasan oleh al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 76)

[6] Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, beliau berkata, “Adalah kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu setiap kali hendak melakukan sholat.” (HR. Bukhari. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 76)

Sekali Basuhan atau Usapan Untuk Setiap Anggota Wudhu

[7] Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu masing-masing sekali -untuk tiap anggota wudhu, pent-.” (HR. Bukhari. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 78)

Dua Kali Basuhan atau Usapan Untuk Setiap Anggota Wudhu

[8] Dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu’anhu, beliau menuturkan, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dua kali dua kali.” (HR. Bukhari. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 78)

Tiga Kali Basuhan atau Usapan Untuk Setiap Anggota Wudhu

[9] Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu, beliau menuturkan, “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu tiga kali tiga kali.” (HR. Tirmidzi, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 78)

Keutamaan Tiga Kali Basuhan Dalam Berwudhu

[10] Dari Syaqiq bin Salamah, beliau berkata: Aku melihat ‘Utsman dan ‘Ali radhiyallahu’anhuma berwudhu tiga kali tiga kali. Mereka berdua mengatakan, “Demikian itulah cara wudhu yang sering dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 78)

Tempat Yang Paling Dicintai

[11] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagian negeri yang paling Allah cintai adalah masjid-masjidnya. Dan bagian negeri yang paling Allah benci adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim dan Ibnu Hiban, al-Albani menyatakan hasan sahih. Lihat al-‘Amal ah-Shalih, hal. 83)

Rumah Kaum Bertakwa

[12] Dari Abud Darda’ radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertakwa.” (HR. Musnad asy-Syihab, dihasankan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 83)

Keutamaan Membangun Masjid

[13] Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid ikhlas karena Allah maka Allah akan membangunkan baginya yang serupa di surga.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 83)

Tempat Untuk Sholat

[14] Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bumi ini semua bisa menjadi masjid/tempat sholat, kecuali kuburan dan kamar mandi.” (HR. Ibnu Hiban, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 84)

Doa Nabi untuk Imam dan Mu’adzin

[15] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada para imam dan ampunilah para mu’adzin.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 86)

Sholat Tahiyyatul Masjid

[16] Dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah dia duduk sebelum melakukan sholat dua raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 94)

Penggugur Dosa-Dosa

[17] Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sholat lima waktu akan menggugurkan dosa-dosa sebagaimana halnya air menyingkirkan kotoran.” (HR. Ahmad, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 96)

Keutamaan Sholat Berjama’ah

[18] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sholat bersama imam lebih utama daripada 25 kali sholat sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 97)

Sholat Paling Utama

[19] Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sholat yang paling utama di sisi Allah adalah sholat subuh pada hari Jum’at secara berjama’ah.” (HR. al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 101)

Keutamaan Sholat ‘Isyak dan Subuh Berjama’ah

[20] Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya orang-orang mengetahui keutamaan sholat ‘Isyak dan Fajar niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, sedangkan riwayat Ibnu Majah dari ‘Aisyah, lafal milik Ibnu Majah, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 102)

Penilaian Allah

[21] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad atau rupa kalian. Akan tetapi Allah melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 45-46 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

Istighfar Nabi

[22] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih banyak dari tujuh puluh kali.” (HR. Bukhari. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 49-50 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

[23] Dari al-Agharr bin Yasar al-Muzani radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai umat manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 50 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

Kesempatan Masih Terbuka

[24] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah tenggelamnya niscaya Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 50 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

[25] Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum berada di tenggorokan.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 51tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

Tanda Kebaikan

[26] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka Allah akan berikan musibah kepadanya.” (HR. Bukhari. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 66 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

[27] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 79 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

Nikmat Yang Terlalaikan

[28] Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu olehnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 91 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

Jalan Menuju Surga dan Neraka

[29] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Neraka diliputi dengan hal-hal yang menyenangkan nafsu sedangkan surga diliputi dengan hal-hal yang tidak disenangi.” (HR. Bukhari dan Muslim. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 92 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

Menjaga Diri Dari Neraka

[30] Dari ‘Adi bin Hatim radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jagalah diri kalian dari neraka, walaupun hanya dengan sedekah separuh biji kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim. Lihat dalam Riyadhush Shalihin, hal. 104 tahqiq Syaikh ‘Ali al-Halabi)

Cara Turun Sujud Yang Benar

[31] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian hendak sujud maka janganlah dia turun seperti unta. Oleh sebab itu hendaklah dia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 116)

Keutamaan Sujud

[32] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya api neraka akan melahap tubuh anak Adam kecuali bagian bekas sujud. Allah mengharamkan bagi api neraka untuk membakar bekas-bekas sujud.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah, lafal Ibnu Majah. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 119-120)

Mengikuti Imam Dalam Posisi Apa Pun

[33] Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian mendatangi sholat sedangkan imam sedang berada dalam satu keadaan maka lakukanlah sebagaimana apa yang dilakukan imam.” (HR. Tirmidzi, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 121)

Bacaan Yang Diperbanyak Ketika Ruku’ dan Sujud

[34] Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, beliau berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering memperbanyak bacaan ini di dalam ruku’ dan sujudnya: Subhaanaka Rabbanaa wa bi hamdika, Allahummaghfir lii.” (HR. Nasa’i, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 121-122)

Pahala Sholat Bertingkat-Tingkat

[35] Dari ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang berpaling [selesai mengerjakan sholat] sementara tidaklah dicatat pahala kecuali sepersepuluh dari sholatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, atau setengahnya saja.” (HR. Abu Dawud, dinyatakan hasan oleh al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 122)

Lenyapnya Kekhusyu’an

[36] Dari Abud Darda’ radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perkara pertama yang diangkat dari umat ini adalah khusyu’. Sampai-sampai tiba suatu masa ketika itu tidak lagi terlihat orang yang khusyu’ di dalamnya [sholat].” (HR. Thabrani dalam Musnad asy-Syamiyin, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 122-123)

Menghormati Arah Kiblat

[37] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak menghadap kiblat serta tidak membelakanginya ketika buang air maka dicatat baginya satu kebaikan dan dihapuskan satu kesalahan.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 126-127)

Keutamaan Sholat Sunnah di Rumah

[38] Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sholatnya seseorang di rumahnya itu lebih baik daripada sholatnya di masjidku ini kecuali sholat wajib.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 133)

Keutamaan Sholat Sunnah di Tempat Sepi

[39] Dari Shuhaib radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sholatnya seseorang dengan sholat sunnah di tempat dimana tidak ada seorang pun yang melihatnya itu senilai dengan dua puluh lima kali sholat di hadapan orang-orang.” (HR. Abu Ya’la, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 133)

Imam Bergeser Untuk Sholat Sunnah

[40] Dari al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah seorang imam tidak melakukan sholat [sunnah] di tempat dia menunaikan sholat wajib sehingga dia bergeser dari tempat itu.” (HR. Ibnu Majah, disahihkan al-Albani. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 134)

Keutamaan Dua Raka’at Sebelum Subuh

[41] Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua raka’at fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim dan Nasa’i, lihat dalam al-‘Amal ash-Shalih, hal. 135)

[42] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak melakukan dua raka’at fajar hendaklah dia melakukannya setelah matahari terbit.” (HR. Ibnu Hiban, disahihkan al-Albani, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 136)

Keutamaan Sholat Dhuha

[43] Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, beliau berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan sholat Dhuha 4 raka’at dan menambah lagi sebanyak yang Allah kehendaki.” (HR. Muslim dan Ahmad, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 138)

Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Zhuhur

[44] Dari Ummu Habibah radhiyallahu’anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa menjaga sholat 4 raka’at sebelum Zhuhur dan 4 raka’at sesudahnya niscaya akan diharamkan masuk neraka.” (HR. Abu Dawud, disahihkan al-Albani, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 138)

Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum ‘Ashar

[45] Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah merahmati orang yang melakukan sholat 4 raka’at sebelum ‘Ashar.” (HR. Abu Dawud, dinyatakan hasan oleh al-Albani, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 139)

Mengantuk Saat Mendengar Khutbah Jum’at

[46] Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian mengantuk pada hari Jum’at hendaklah dia berpindah ke tempat duduk temannya, dan temannya berpindah ke tempat duduknya.” (HR. al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra, disahihkan al-Albani, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 153)

Meninggalkan Sholat Jum’at

[47] Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan tiga kali sholat Jum’at tanpa ada udzur maka ia dicatat dalam kelompok orang-orang munafik.” (HR. Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir dan disahihkan al-Albani, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 153)

[48] Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, “Barangsiapa yang meninggalkan sholat Jum’at selama tiga pekan berturut-turut maka dia telah mencampakkan Islam di belakang punggungnya.” (HR. Abu Ya’la, disahihkan al-Albani, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 154)

Keutamaan Sedekah

[49] Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harta tidak akan berkurang karena sedekah, tidaklah Allah menambahkan kepada diri seorang hamba yang suka memaafkan kecuali kemuliaan, dan tidaklah seorang pun yang merendah [tawadhu’] karena Allah kecuali pasti Allah akan mengangkatnya.” (HR. Muslim, lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 159)

Tampaknya Bekas Kenikmatan

[50] Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai apabila bekas-bekas nikmat-Nya terhadap hamba-Nya itu tampak/terlihat.” (HR. Tirmidzi, dinyatakan oleh al-Albani hasan sahih. Lihat al-‘Amal ash-Shalih, hal. 173)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: