Kisah Tentang Neraka [Bagian 1]

6464635183lpaper_jpg

oleh Imam Abdul Ghani al-Maqdisi rahimahullah

Berikut ini kami sajikan kepada pembaca, sebuah pembahasan mengenai hari akhirat yang dibawakan oleh Imam Abdul Ghani al-Maqdisi rahimahullah (wafat tahun 600 H).

Beliau rahimahullah berkata:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan bantuan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung

Bab. Tentang Hisab

[1] Abul Qasim Yahya bin Tsabit mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Ayahku mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Abu Bakr Ahmad bin Muhammad bin Ghalib al-Barqani mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Abu Bakr Ahmad bin Ibrahim bin Isma’il al-Isma’ili mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Muhammad bin al-Husain mengabarkan kepadaku. Dia berkata: ‘Amaar -yaitu Ibnu Roja’- telah menuturkan kepadaku. Dia berkata: Ubaidullah bin Musa menuturkan kepada kami. Dia berkata: Utsman bin al-Aswad mengabarkan kepada kami. Dari Ibnu Abi Mulaikah.

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu’anha– beliau berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), ‘Adapun orang yang diberikan kitabnya [catatan amal] dengan tangan kanannya, maka kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan.’ (QS. Al-Insyiqaq: 7-8).” Beliau menjawab, “Itu maksudnya adalah hanya sekedar ditampakkan [tidak disiksa, pent].” Hadits Sahih.

[2] Yahya bin Tsabit mengabarkan kepada kami. Dia berkata: Ayahku mengabarkan kepada kami. Dia berkata: al-Barqani mengabarkan kepada kami. Dia berkata: al-Isma’ili mengabarkan kepada kami. Dia berkata: al-Hasan bin Muhammad bin Sulaiman as-Sathawi mengabarkan kepada kami. Dia berkata: ‘Ali bin al-Madini menuturkan kepada kami. Dia berkata: Yahya bin Sa’id menuturkan kepada kami. Dia berkata: Abu Yunus al-Qusyairi Hatim bin Abi Shaghirah menuturkan kepada kami. Dari Abdullah bin Abi Mulaikah. Dia berkata: Aku mendengar al-Qasim bin Muhammad menuturkan.

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu’anha– beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang dihisab melainkan dia binasa.” ‘Aisyah berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu, bukankah Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), ‘Adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya, kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan.’ (QS. Al-Insyiqaq: 7-8).  

Beliau menjawab, “Itu maksudnya adalah ‘penampakan’, yaitu ditampakkan/diperlihatkan kepada mereka hal itu [catatan amalnya, pent]. Namun, barangsiapa yang ditanya-tanya dengan teliti ketika dihisab, maka dia pasti binasa.” Hadits ini sahih diriwayatkan al-Bukhari dari Musaddad. Dari Yahya bin Sa’id dan dari Ishaq bin Manshur. Dari Rauh bin ‘Ubadah. Dari Hatim bin Abi Shaghirah.

[lihat Dzikru an-Naar, hal. 31-32]

Tambahan Keterangan

al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan :

Dalam riwayat Ahmad dari jalan lainnya dari ‘Aisyah dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa di sebagian sholatnya, “Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang ringan.” Ketika beliau sudah selesai sholat, aku bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud hisab yang ringan itu?”. Beliau menjawab, “Yaitu diperlihatkan kepadanya catatan amalnya kemudian oleh Allah dimaafkan kesalahan-kesalahannya. Karena sesungguhnya barangsiapa yang ditanya-tanya dengan teliti ketika hisab wahai Aisyah, pada hari itu dia pasti celaka.”

[lihat Fath al-Bari, 11/453] 

Riwayat inil juga dibawakan oleh Imam Abdul Ghani al-Maqdisi setelah hadits di atas. Insya Allah akan kami sajikan dalam kesempatan yang akan datang.

Faidah Yang Bisa Dipetik

Dari hadits-hadits di atas ada beberapa faidah yang bisa kita dapatkan, diantaranya:

  1. Wajibnya mengimani hari kebangkitan dan pembalasan amal
  2. Wajibnya mengimani hisab, yaitu hari perhitungan amal
  3. Setiap orang yang dihisab dengan keras maka dia pasti celaka dan disiksa, adapun orang yang dihisab dengan ringan -yaitu hanya ditampakkan dosanya kemudian diampuni Allah- maka dia akan selamat
  4. Wajibnya mengimani catatan amal
  5. Keluasan rahmat Allah dan keadilan-Nya, dimana Allah berkenan mengampuni dosa dan di sisi lain Allah juga menegakkan hukuman dengan tegas kepada pelaku dosa
  6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling memahami tafsir al-Qur’an. Kemudian setelah beliau adalah para sahabatnya.
  7. Hendaknya menanyakan masalah agama kepada orang yang berilmu. Sebagaimana yang dilakukan ‘Aisyah kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam
  8. Hadits di atas menunjukkan kecerdasan ‘Aisyah radhiyallahu’anha. Karena beliau menanyakan maksud dari hadits yang seolah-olah bertentangan dengan ayat
  9. Hadits sahih tidak mungkin bertentangan dengan ayat-ayat al-Qur’an

One response

  1. […] Sumber : kajianmahasiswa.wordpress.com […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: