Akidah Yang Benar dan Kokoh

945773_451219094975503_856405485_n

oleh Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Akidah yang benar adalah akidah yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akidah yang beliau dakwahkan.

Beliau ‘alaihish sholatu was salam telah menerangkan, bahwa, “Umat ini sepeninggal beliau akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok; semuanya di neraka kecuali satu.” Mereka/para sahabat bertanya, “Siapakah satu kelompok itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Siapa pun yang berada di atas ajaran sebagaimana ajaranku dan para sahabatku pada hari ini.” (HR. Abu Dawud dalam as-Sunnah [4597], Ahmad [4/102], dan ad-Darimi dalam as-Siyar [2518])

Oleh sebab itu barangsiapa yang keyakinannya selaras dengan keyakinan-keyakinan yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, maka sesungguhnya dia akan selamat dari azab Allah dan pasti masuk surga. Karena sebab inilah, kelompok yang senantiasa berpegang teguh dengan akidah ini dan tegar di atasnya dinamakan sebagai al-Firqah an-Najiyah [kelompok yang selamat].

Sebab penamaan mereka dengan istilah ini adalah kembali kepada keselamatan mereka dari azab Allah, yaitu diantara ketujuh puluh tiga firqah yang ada. Adapun firqah-firqah yang lain, maka mereka akan masuk neraka, wal ‘iyadzu billah.

Dengan demikian, kelompok yang selamat itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah -orang-orang yang mengikuti Sunnah dan jama’ah para sahabat, pent- pada setiap zaman. Dimulai sejak Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, dan berakhir pada generasi paling akhir dari umat Muhammad ini menjelang tegaknya kiamat nanti.

Sebagaimana disebutkan di dalam hadits, “Akan senantiasa ada sekelompok manusia diantara umatku ini yang tegak di atas kebenaran, mereka selalu berjaya, tidaklah membahayakan mereka orang-orang yang menelantarkan mereka dan orang-orang yang menyelisihi mereka, sampai datang ketetapan Allah [kiamat] sementara mereka tetap berada di atas keadaan itu.” (HR. Muslim dalam al-Imarah [1930], Tirmidzi dalam al-Fitan [2229], Abu Dawud dalam al-Fitan wa al-Malahim [4252], Ibnu Majah dalam Mukadimah [10], dan Ahmad [5/279])

Diterjemahkan dari :
Mujmal ‘Aqidah as-Salaf as-Shalih, hal. 3

[www.al-mubarok.com] ‘Meniti Jejak Generasi Terbaik’

Fanpage : Kajian Islam al-Mubarok

Twitter : kajianmubarok

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,956 other followers

%d bloggers like this: